Logo
Masjid Ash-Shiddiqiyyah
Ayo Makmurkan Masjid
image

Malam Nisfu Sya’ban adalah satu keutamaan yang ada di bulan Sya’ban. Malam ini jatuh pada malam ke-15 di bulan Sya’ban yang pada tahun ini  bertepatan dengan Sabtu malam Ahad, 24 Februari 2024. Pada malam Nisfu Syaban umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan-amalan sunnah untuk meraih keutamaan malam Nisfu Sya’ban, yaitu pengampunan dosa oleh Allah swt. Itulah mengapa malam Nisfu Sya’ban dikenal juga sebagai lailatul maghfirah atau malam pengampunan. 

Dalam kitab Qalyûbî wa ‘Umairah sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Abror dalam laman laman NU Online, amalan yang biasa dilakukan pada hari raya juga baik dilakukan di malam Nisfu Sya’ban. Amalan tersebut adalah berdzikir dan shalat, khususnya shalat tasbih.

Berikut adalah amalan-amalan sunnah yang dianjurkan di malam Nisfu Sya’ban:

1. Memohon ampun dengan membaca istighfar
Sebagai makhluk yang tak luput dari dosa, beristighfar adalah amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam. Terlebih, di malam penghapusan dosa (at-Takfir) ini adalah waktu ketika dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

Dalam riwayat Ahmad bin Nadlar melalui jalur Sayyidina Mu’ad bin Jabar, Rasulullah bersabda:

يَطَّلِعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ اِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
 

Artinya: Allah swt melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya).

2. Membaca La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah sebanyak-banyaknya 
Malam Nisfu Syaban disebut juga malam pembagian takdir. Pada malam ini dianjurkan juga membaca membaca La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah sebanyak-banyaknya.

3. Membaca doa Nabi Yunus
Amalan dari Syekh ‘Abdul Hamid Al-Makki dalam kitab Kanzun Najah was Surur yang dikutip dalam laman NU Online,membaca doa Nabi Yunus yang berbunyi Lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn (Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim) pada malam Nisfu Sya’ban, akan diberikan perlindungan di tahun itu dari malapetaka dan delusi.

4. Memperbanyak shalat sunnah dan membaca Surat Yasin
Di malam yang disebut juga hari raya Malaikat ini, berbagai shalat sunnah dianjurkan untuk kita tunaikan. Shalat-shalat itu antara lain Shalat Sunnah Mutlak, Shalat Sunnah Tasbih, dan Shalat Sunnah Awwabin. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca surat Yasin tiga kali.

Dalam kitab Mujribat sebagaimana dimuat NU Online Jateng NU Online Jateng, Ad-Dairaby menjelaskan Surat Yasin pertama dibaca untuk memohon panjang umur dengan keberkahan, ketaatan, ketaqwaan, dan keistiqomahan dalam beribadah.

Surat Yasin kedua dibaca agar dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, bala/marabahaya lahir batin. Terakhir, Surat Yasin ketiga dibaca untuk memohon kelapangan hati yang agar mudah bertawakkal kepada serta memeluk teguh iman islam sampai akhir hayat.

4. Memperbanyak doa
Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menjelaskan bahwa di malam diterimanya doa (al-Ijabah) ini, Allah swt akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Dalam hadits disebutkan Rasulullah saw: Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah, “Adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni. Adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Mari hidupkan malam kehidupan (al-hayat) ini dengan keutamaan Nisfu Sya’ban dan semoga kita semua tergolong sebagai hamba yang mendapat pengampunan dari Allah.

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَمُتْ أَحَدٌ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لِاشْتِغَالِ مَلَكِ الْمَوْتِ بِقَبْضِ الصَّكَاكِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: Jika malam pertengahan bulan Sya’ban telah datang, maka tidak akan ada seorang pun yang mati, mulai dari ujung timur hingga ujung barat, karena sibuknya malaikat pencabut nyawa dengan menerima catatan-catatan (makhluk) dari Tuhan semesta alam.